Perang Nuklir Ada Dalam Zaman Pra Sejarah ??
Epos Mahabarata mengisahkan konflik hebat keturunan Pandu dan Dritarasta dalam memperbutkan
takhta kerajaan.Menurut sumber yang saya dapat,epos ini ditulis pada tahun 1500 SM,dan menurut
perkiraan, perang tsb meletus sekitar 5000 tahun yang lalu.
Banyak spekulasi bermunculan dari peristiwa ini,diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan
berani menyebutkan bahwa perang Mahabarata adalah semacam perang NUKLIR!!
Tapi, benarkah demikian yang terjadi sebenarnya?Mungkinkah jauh sebelum era modern seperti
masa kita ini ada sebuah peradaban maju yang telah menguasai teknologi nuklir?
Masa sebelum 4000 SM dianggap sebagai masa pra sejarah dan peradaban Sumeria dianggap
peradaban tertua didunia.
Akan selama ini terdapat berbagai diskusi, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahwa
dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.
Teori Atlantis, Lemuria, kini makin diperkuat dengan bukti tertulis seperti percakapan Plato
mengenai dialog Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis, naskah kuno Hinduisme
mengenai Ramayana & Bharatayudha mengenai dinasti Rama kuno,dan bukti arkeologi mengenai
peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Pyramid Mesir maupun Amerika Selatan.
Akhir-akhir ini perhatian saya tertuju terhadap sebuah teori mengenai kemungkinan manusia
pernah memasuki zaman nuklir lebih dari 6000 tahun yang lalu.
Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur diperkirakan berkembang dan mengalami
masa keemasan antara tahun 30000 SM hingga 15000 SM.
Atlantis memiliki wilayah mulai dari Mediteranian hingga Pegunungan Andes di seberang Samudra
Atlantis sedangkan Dinasti Rama berkuasa di bagian Utara India-Pakistan-Tibet hingga Asia Tengah.
Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) hingga kini belum
bisa diterjemahkan dan para ahli memperkirakan peradaban itu berasal jauh lebih tua dari
peradaban tertua yang selama ini diyakini manusia (4000 BC).
Beberapa naskah Wedha dan Jain yang antara lain mengenai Ramayana dan Mahabharata ternyata
memuat bukti historis maupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah
mengalami zaman keemasan dengan tujuh kota utamanya 'Seven Rishi City' yg salah satunya
adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).
Dalam suatu cuplikan cerita dalam Epos Mahabarata dikisahkan bahwa Arjuna dengan gagah berani
duduk dalam Weimana (sebuah benda mirip pesawat terbang) dan mendarat di tengah air, lalu
meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang mirip rudal/roket yang dapat menimbulkan
sekaligus melepaskan nyala api yang gencar di atas wilayah musuh,lalu dalam sekejap bumi
bergetar hebat,asap tebal membumbung tinggi diatas cakrawala,dalam detik itu juga akibat
kekuatan ledakan yang ditimbulkan dengan segera menghancurkan dan menghanguskan semua
apa saja yang ada disitu.
Yang membuat orang tidak habis pikir , sebenarnya senjata semacam apakah yang dilepaskan
Arjuna dengan Weimana-nya itu?
Dari hasil riset dan penelitian yang dilakukan ditepian sungai Gangga di India,para arkeolog
menemukan banyak sekali sisa-sisa puing-puing yang telah menjadi batu hangus di atas hulu
sungai .
Batu yang besar-besar pada reruntuhan ini dilekatkan jadi satu, permukaannya menonjol dan
cekung tidak merata. Jika ingin melebur bebatuan tersebut, dibutuhkan suhu paling rendah 1.800
C. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklir baru bisa
mencapai suhu yang demikian.
Di dalam hutan primitif di pedalaman India, orang-orang juga menemukan lebih banyak reruntuhan
batu hangus. Tembok kota yang runtuh dikristalisasi, licin seperti kaca, lapisan luar perabot rumah
tangga yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga telah dikacalisasi. Selain di India, Babilon
kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah ditemukan reruntuhan perang nuklir
prasejarah. Batu kaca pada reruntuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan
percobaan nuklir saat ini.
Dari berbagai sumber yang saya pelajari, secara umum dapat digambarkan berbagai macam teori
dan penelitian mengenai subyek ini memberikan beberapa bahan kajian yang menarik. Antara lain
adalah :
Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami masa keemasan (Golden Age) pada saat yang
bersamaan (30000-15000 BC).
Keduanya sudah menguasai teknologi nuklir.
Keduanya memiliki teknologi dirgantara dan aeronautika yang canggih hingga memiliki pesawat
berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut Vimana
(Rama) dan Valakri (Atlantis).
Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests),
sesuai naskah Plato.
Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi's City) dengan ibukota Ayodhya dimana
salah satu kota yang berhasil ditemukan adalah Mohenjo-Daroo.
Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan menggunakan senjata
nuklir.
Para ahli menemukan bahwa pada puing-puing maupun sisa-sisa tengkorak manusia yang
ditemukan di Mohenjo-Daroo mengandung residu radio-aktif yang hanya bisa dihasilkan lewat
ledakan Thermonuklir skala besar.
Dalam sebuah seloka mengenai Mahabharata, diceritakan dengan kiasan sebuah senjata
penghancur massal yang akibatnya mirip sekali dengan senjata nuklir masa kini.
Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara eksplisit dan lengkap menggambarkan
bentuk dari 'wahana terbang' yang disebut 'Vimana' yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini.
Sebagian besar bukti tertulis justru berada di India dalam bentuk naskah sastra, sedangkan bukti
fisik justru berada di belahan dunia barat yaitu Piramid di Mesir dan Amerika Selatan.
Singkatnya segala penyelidikan diatas berusaha menyatakan bahwa umat manusia pernah maju
dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000SM manusia pernah memasuki
abad antariksa dan teknologi nuklir. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang
nuklir yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif
hingga munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.
tahun 1972 silam, ada sebuah penemuan luar biasa yang barangkali bisa semakin memperkuat
dugaan bahwa memang benar peradaban masa silam telah mengalami era Nuklir yaitu penemuan
tambang Reaktor Nuklir berusia dua miliyar tahun di Oklo,Republik Gabon.
Infonya :
Reaktor Nuklir Berusia 2 Miliyar Tahun di Oklo,Republik Gabon
Pada tahun 1972, ada sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimpor biji mineral uranium dari
Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diolah. Mereka terkejut dengan penemuannya, karena biji
uranium impor tersebut ternyata sudah pernah diolah dan dimanfaatkan sebelumnya serta
kandungan uraniumnya dengan limbah reaktor nuklir hampir sama. Penemuan ini berhasil memikat
para ilmuwan yang datang ke Oklo untuk suatu penelitian, dari hasil riset menunjukkan adanya
sebuah reaktor nuklir berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasitas kurang lebih 500 ton
biji uranium di enam wilayah, diduga dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Tambang
reaktor nuklir tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah
beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.
Yang membuat orang lebih tercengang lagi ialah bahwa limbah penambangan reaktor nuklir yang
dibatasi itu, tidak tersebarluas di dalam areal 40 meter di sekitar pertambangan. Kalau ditinjau dari
teknik penataan reaksi nuklir yang ada, maka teknik penataan tambang reaktor itu jauh lebih hebat
dari sekarang, yang sangat membuat malu ilmuwan sekarang ialah saat kita sedang pusing dalam
menangani masalah limbah nuklir, manusia zaman prasejarah sudah tahu cara memanfaatkan
topografi alami untuk menyimpan limbah nuklir!
Tambang uranium di Oklo itu kira-kira dibangun dua miliar tahun, setelah adanya bukti data
geologi, dan tidak lama setelah menjadi pertambangan maka dibangunlah sebuah reaktor nuklir ini.
Mensikapi hasil riset ini maka para ilmuwan mengakui bahwa inilah sebuah reaktor nuklir kuno,
yang telah mengubah buku pelajaran selama ini, serta memberikan pelajaran kepada kita tentang
cara menangani limbah nuklir. Sekaligus membuat ilmuwan mau tak mau harus mempelajari
dengan serius kemungkinan eksistensi peradaban prasejarah itu, dengan kata lain bahwa reaktor
nuklir ini merupakan produk masa peradaban umat manusia.
Seperti diketahui, penguasaan teknologi atom oleh umat manusia baru dilakukan dalam kurun
waktu beberapa puluh tahun saja, dengan adanya penemuan ini sekaligus menerangkan bahwa
pada dua miliar tahun yang lampau sudah ada sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita
sekarang ini, serta mengerti betul akan cara penggunaannya. Hal yang patut membuat orang
termenung dalam-dalam ialah bahwa mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah
teknologi maju tidak bisa mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya
setumpuk jejak saja. Lalu bagaimana kita menyikapi atas penemuan ini? Permulaan sebelum dua
miliar tahun hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini terdapat peradaban
manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang
demikian ini menuju ke binasaan?
Jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah barang
tentu tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahwa mengapa sampai
tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah
peradaban itu. Dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan
mengulang seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan ini, serta mengapa
penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini begitu mirip?
Semua masalah ini patut kita renungkan dalam-dalam.(Sumber: Prehistoric Civilization Inspiration
for Mankind)
Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik, Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.
Selasa, 28 Februari 2012
Perang Nuklir Ada Dalam Zaman Pra Sejarah ??
Tau gak kenapa cincin perkawinan di taruh di jari manis??
Mengapa Cincin Pernikahan Harus Ditaruh di Jari
Manis..?
Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)
1.Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)
2.Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3.Permainan dimulai , 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…
4.Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua
manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu
hari nanti.
5.Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan
adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6.sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau
lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
7.selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh
cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari
manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu
sama lain.
Manis..?
Ikuti langkah berikut ini, Tuhan benar2 membuat keajaiban (ini berasal dari kutipan Cina)
1.Pertama, tunjukkan telapak tangan anda, jari tengah ditekuk ke dalam (lihat gambar)
2.Kemudian, 4 jari yang lain pertemukan ujungnya.
3.Permainan dimulai , 5 pasang jari tetapi hanya 1 pasang yang tidak terpisahkan…
4.Cobalah membuka ibu jari anda, ibu jari menwakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua
manusia mengalami sakit dan mati. Dengan demikian orang tua kita akan meninggalkan kita suatu
hari nanti.
5.Tutup kembali ibu jari anda, kemudian buka jari telunjuk anda, jari telunjuk mewakili kakak dan
adik anda, mereke memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.
6.sekarang tutup kembali jari telunjuk anda, buka jari kelingking, yang mewakili anak2. cepat atau
lambat anak2 juga akan meninggalkan kita.
7.selanjutnya, tutup jari kelingking anda, bukalah jari manis anda tempat dimana kita menaruh
cincin perkawinan anda, anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka. Karena jari
manis mewakili suami dan istri, selama hidup anda dan pasangan anda akan terus melekat satu
sama lain.
Senin, 02 Januari 2012
Semua berubah dalam satu pejaman mata
Aku lupa dengan apa yang aku banggakan selama ini
Rasa yang selalu buat aku tersenyum sendiri
Waktu seperempat tahun umur yang aku lalui terasa tidak pernah ada
Ku minta kau tuk kembali tapi senyum pun tuk menghargai ku tak ada bagimu
Rasanya masih kemarin kau menggodaku dengan rayuan romantis mata mu
Seolah sang bidadari rasanya ku melambung dibuatmu
Tapi balasan manja kecentilan yang ku beri..
Kita terhanyut dalamm indahnya saat saat itu
Perjalanan panjang kita lalui..
Walau di antara kenangan-kenangan itu lebih banyak kita temukan duri-duri yang menancap di ego kita
Selalu kita bertahan demi satu tujuan kelak bahagia
Dan selalu memupuk rasa yang tlah terbiasa hadir dalam kebersamaan kita
Indah tapi tertantang !!!
Hingga akhirnya kita sama-sama lelah
Dan tak mampu lagi untuk bertahan
Aku pergi...
Kau pun pergii...
Entah dimana keberadaanmu sekarang..
Menghilang bersama ruang dan waktu
Untuk waktu yang lama ataukah sesaat
Sempat ku minta kau tuk kembali
Tapi mengapa pedih hati yangkurasakan
Dimana harga diri ini...
Aku telah ngemis cinta yang dulu kau beri
Tetapi...
Jangankan untuk membalasnya dengan baik..
Dihiraukan pun sama sekali “nggak”
Aku tak berhenti disitu
Aku selalu berusaha mengembalikan senyum cinta
Yang dulu selalu kau beri
Keindahan dan kesejukan itu tiada lagi
Kau pergi tinggalkan cinta yang terbengkalai
Hingga aku sendiri yang bersusah payah untuk merapikan
¬¬¬Bukan merapikan cinta itu menjadi utuh
Hanya saja merapikan puing2 luka yang bertaburan
Kepingan hati yang mati...
Pernah orang bijak berkata kalau “manusia itu hanya diberi bakat CINTA oleh Tuhan
Nahh...itu sangat benar..
Dan
Benci adalah Cinta yang disakiti alias di Lukai..
akhir kata..aku merindukan saat-saat itu..
setidaknya mengobati sedikit rasa yang akan benar-benar mati.
Aku lupa dengan apa yang aku banggakan selama ini
Rasa yang selalu buat aku tersenyum sendiri
Waktu seperempat tahun umur yang aku lalui terasa tidak pernah ada
Ku minta kau tuk kembali tapi senyum pun tuk menghargai ku tak ada bagimu
Rasanya masih kemarin kau menggodaku dengan rayuan romantis mata mu
Seolah sang bidadari rasanya ku melambung dibuatmu
Tapi balasan manja kecentilan yang ku beri..
Kita terhanyut dalamm indahnya saat saat itu
Perjalanan panjang kita lalui..
Walau di antara kenangan-kenangan itu lebih banyak kita temukan duri-duri yang menancap di ego kita
Selalu kita bertahan demi satu tujuan kelak bahagia
Dan selalu memupuk rasa yang tlah terbiasa hadir dalam kebersamaan kita
Indah tapi tertantang !!!
Hingga akhirnya kita sama-sama lelah
Dan tak mampu lagi untuk bertahan
Aku pergi...
Kau pun pergii...
Entah dimana keberadaanmu sekarang..
Menghilang bersama ruang dan waktu
Untuk waktu yang lama ataukah sesaat
Sempat ku minta kau tuk kembali
Tapi mengapa pedih hati yangkurasakan
Dimana harga diri ini...
Aku telah ngemis cinta yang dulu kau beri
Tetapi...
Jangankan untuk membalasnya dengan baik..
Dihiraukan pun sama sekali “nggak”
Aku tak berhenti disitu
Aku selalu berusaha mengembalikan senyum cinta
Yang dulu selalu kau beri
Keindahan dan kesejukan itu tiada lagi
Kau pergi tinggalkan cinta yang terbengkalai
Hingga aku sendiri yang bersusah payah untuk merapikan
¬¬¬Bukan merapikan cinta itu menjadi utuh
Hanya saja merapikan puing2 luka yang bertaburan
Kepingan hati yang mati...
Pernah orang bijak berkata kalau “manusia itu hanya diberi bakat CINTA oleh Tuhan
Nahh...itu sangat benar..
Dan
Benci adalah Cinta yang disakiti alias di Lukai..
akhir kata..aku merindukan saat-saat itu..
setidaknya mengobati sedikit rasa yang akan benar-benar mati.
inii diaa
derealchiy
Lokasi:
Palembang, Indonesia
Selasa, 01 November 2011
Kemajuan Tekhnologi Juga merugikan
Kemajuan teknologi semakin meningkat dan mendatangkan manfaat yang besar terhadap penggunanya. Namun tak dapat disangkal pula ternyata ia dapat sangat merugikan bagi penyalahgunaan dan penggunaan yang berlebihan.
Salah satu dampak yang mulai menjadi sorotan adalah makin meningkatnya fenomena kecanduan pada produk-produk teknologi, seperti smartphone (ponsel cerdas), blackberry atau pun perangkat digital lainnya. Peringatan akan bahaya kecanduan teknologi mencuat mengingat manusia kini menjadi sangat ketergantungan pada produk teknologi. Mereka bahkan rela bangun berkali-kali dalam semalam hanya untuk mengecek e-mail atau pun pesan singkat....
“Kita adalah makhluk yang memiliki kebiasaan dan bisa menjadi kecanduan pada banyak hal yang tidak biasa. Teknologi menjadi lebih menarik dalam 10 tahun terakhir seiring ditemukannya internet dan banyak hal. Teknologi membuat sesuatu menjadi lebih sederhana dan gampang dibawa ke mana pun dan lebih mudah diperoleh. Anda akan terkejut begitu banyak orang memiliki PDA atau Blackberry di atas tempat tidurnya.Bagi yang kecanduan, mereka akan bangun di malam hari dan membuka pesan dari PDA mereka dua hingga tiga kali dalam semalam.
Problem kecanduan ini juga dapat mengakibatkan masalah pada suatu hubungan ketika kecanduan membuat seseorang menjadi terasing dari keluarganya. Ada konsekuensi sosial lainnya ketika kecanduan yang diderita akibat kecemasan atau penyakit. Bahkan sebuah survei yang dilakukan terhadap remaja di Cina menemukan, remaja yang kecanduan internet, kemungkinan melukai diri sendiri hingga dua kali lipat dibandingkan remaja lainnya.
Survei yang dilakukan terhadap 1.618 remaja berusia 13-18 tahun yang tinggal di kota Guangzhou, Provinsi Guandong itu menemukan, sekitar 16 persen dari remaja itu mengatakan mereka menyakiti dirinya dengan berbagai cara selama enam bulan terakhir. Sementara itu, 4,5 persen lainnya mengatakan mereka menyakiti diri sendiri sekurang-kurangnya enam kali selama enam bulan.
Menyakiti diri sendiri yang dilakukan remaja itu didefinisikan antara lain termasuk menarik rambut, memukul, membakar dengan sengaja dan mencubit. Penelitian itu kemudian dipublikasikan pada journal Injury Prevention. Para peneliti menekankan, sekitar 90 persen dari peserta studi adalah pengguna normal internet, sementara sisanya yaitu 10% tergolong kecanduan sedang dan 0,6 persen kecanduan berat.
Menurut peneliti dalam jurnal tersebut, para remaja yang kecanduan biasanya mengalami masalah emosional seperti depresi atau gugup ketika tidak terhubung dengan internet. Mereka akan merasa lebih baik saat kembali menggunakan internet. Dikatakan juga, remaja yang kecanduan juga berfantasi atau mampu berpikir ketika sedang terhubung dengan internet.
Setelah menyesuaikan statistik dengan pengaruh potensial dengan faktor lain seperti kelainan kesehatan, para peneliti menemukan, remaja yang kecanduan internet memiliki kemungkinan dua kali lipat melukai diri sendiri. Ketika mereka melakukannya, cenderung lebih serius dibanding remaja lainnya.
Menilai peringatan akan bahaya kecanduan tidak sepenuhnya berlaku untuk semua jenis gadget. Namun ada beberapa tempat yang ingin mengadakan pelatihan menggunakan perangkat teknologi yang aman.
Dampak buruk internet perlu kita waspadai , karena internet sama saja dengan media lain yang bisa membawa akibat berbeda tergantung penggunaan. Bagaikan pedang bermata dua, internet memiliki sisi bermanfaat dan tidak berguna bahkan buruk.
Awalnya internet dibuat sebagai alat yang membantu manusia untuk menyebarkan berbagai data yang bersifat positif. Namun akhirnya penyimpangan terjadi juga, media internet digunakan sebagai alat untuk menyebarkan hal-hal yang bersifat merugikan dan dalam artian kata lain inilah yang disebut sebagai dampak negatif internet itu sendiri.
Adapunn Dampak yang merugikan ituu dari penggunaan internet adalah :
1. Cybersexual addiction
Adalah obsesi untuk melihat, mendownload dan memperdagangkan pornografi. Chat rooms yang berisi fantasi dan role playing untuk dewasa juga termasuk dalam kategori ini.
2. Cyber-relational addiction
Adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata.
3. Net gaming
Adalah sejenis kecanduan karena judi, bermain game, berbelanja dan kegiatan jual beli saham melalui internet yang mengganggu pekerjaan dan/atau mengakibatkan terjadinya kerugian dan akhirnya menyebabkan terlilit hutang . Bisa berabee kan?
4. Information overload
Karena menemukan informasi yang tak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada.
5. Computer addiction
Riset menemukan bahwa beberapa organisasi mengalami dampak negatif sebagai akibat dari kecanduan akan games off-line (seperti Solitaire dan Tetris yang populer di dekade 1980-an lalu), yang memang rata-rata banyak di-install dalam komputer.
Namun semua kembali kepada masing-masing pengguna internet itu sendiri yang harus meminimalisir berbagai resiko yang mungkin akan ditimbulkan oleh media tanpa batas, yang semakin hari, semakin banyak pula manusia di muka bumi menggunakannya
Salah satu dampak yang mulai menjadi sorotan adalah makin meningkatnya fenomena kecanduan pada produk-produk teknologi, seperti smartphone (ponsel cerdas), blackberry atau pun perangkat digital lainnya. Peringatan akan bahaya kecanduan teknologi mencuat mengingat manusia kini menjadi sangat ketergantungan pada produk teknologi. Mereka bahkan rela bangun berkali-kali dalam semalam hanya untuk mengecek e-mail atau pun pesan singkat....
“Kita adalah makhluk yang memiliki kebiasaan dan bisa menjadi kecanduan pada banyak hal yang tidak biasa. Teknologi menjadi lebih menarik dalam 10 tahun terakhir seiring ditemukannya internet dan banyak hal. Teknologi membuat sesuatu menjadi lebih sederhana dan gampang dibawa ke mana pun dan lebih mudah diperoleh. Anda akan terkejut begitu banyak orang memiliki PDA atau Blackberry di atas tempat tidurnya.Bagi yang kecanduan, mereka akan bangun di malam hari dan membuka pesan dari PDA mereka dua hingga tiga kali dalam semalam.
Problem kecanduan ini juga dapat mengakibatkan masalah pada suatu hubungan ketika kecanduan membuat seseorang menjadi terasing dari keluarganya. Ada konsekuensi sosial lainnya ketika kecanduan yang diderita akibat kecemasan atau penyakit. Bahkan sebuah survei yang dilakukan terhadap remaja di Cina menemukan, remaja yang kecanduan internet, kemungkinan melukai diri sendiri hingga dua kali lipat dibandingkan remaja lainnya.
Survei yang dilakukan terhadap 1.618 remaja berusia 13-18 tahun yang tinggal di kota Guangzhou, Provinsi Guandong itu menemukan, sekitar 16 persen dari remaja itu mengatakan mereka menyakiti dirinya dengan berbagai cara selama enam bulan terakhir. Sementara itu, 4,5 persen lainnya mengatakan mereka menyakiti diri sendiri sekurang-kurangnya enam kali selama enam bulan.
Menyakiti diri sendiri yang dilakukan remaja itu didefinisikan antara lain termasuk menarik rambut, memukul, membakar dengan sengaja dan mencubit. Penelitian itu kemudian dipublikasikan pada journal Injury Prevention. Para peneliti menekankan, sekitar 90 persen dari peserta studi adalah pengguna normal internet, sementara sisanya yaitu 10% tergolong kecanduan sedang dan 0,6 persen kecanduan berat.
Menurut peneliti dalam jurnal tersebut, para remaja yang kecanduan biasanya mengalami masalah emosional seperti depresi atau gugup ketika tidak terhubung dengan internet. Mereka akan merasa lebih baik saat kembali menggunakan internet. Dikatakan juga, remaja yang kecanduan juga berfantasi atau mampu berpikir ketika sedang terhubung dengan internet.
Setelah menyesuaikan statistik dengan pengaruh potensial dengan faktor lain seperti kelainan kesehatan, para peneliti menemukan, remaja yang kecanduan internet memiliki kemungkinan dua kali lipat melukai diri sendiri. Ketika mereka melakukannya, cenderung lebih serius dibanding remaja lainnya.
Menilai peringatan akan bahaya kecanduan tidak sepenuhnya berlaku untuk semua jenis gadget. Namun ada beberapa tempat yang ingin mengadakan pelatihan menggunakan perangkat teknologi yang aman.
Dampak buruk internet perlu kita waspadai , karena internet sama saja dengan media lain yang bisa membawa akibat berbeda tergantung penggunaan. Bagaikan pedang bermata dua, internet memiliki sisi bermanfaat dan tidak berguna bahkan buruk.
Awalnya internet dibuat sebagai alat yang membantu manusia untuk menyebarkan berbagai data yang bersifat positif. Namun akhirnya penyimpangan terjadi juga, media internet digunakan sebagai alat untuk menyebarkan hal-hal yang bersifat merugikan dan dalam artian kata lain inilah yang disebut sebagai dampak negatif internet itu sendiri.
Adapunn Dampak yang merugikan ituu dari penggunaan internet adalah :
1. Cybersexual addiction
Adalah obsesi untuk melihat, mendownload dan memperdagangkan pornografi. Chat rooms yang berisi fantasi dan role playing untuk dewasa juga termasuk dalam kategori ini.
2. Cyber-relational addiction
Adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata.
3. Net gaming
Adalah sejenis kecanduan karena judi, bermain game, berbelanja dan kegiatan jual beli saham melalui internet yang mengganggu pekerjaan dan/atau mengakibatkan terjadinya kerugian dan akhirnya menyebabkan terlilit hutang . Bisa berabee kan?
4. Information overload
Karena menemukan informasi yang tak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada.
5. Computer addiction
Riset menemukan bahwa beberapa organisasi mengalami dampak negatif sebagai akibat dari kecanduan akan games off-line (seperti Solitaire dan Tetris yang populer di dekade 1980-an lalu), yang memang rata-rata banyak di-install dalam komputer.
Namun semua kembali kepada masing-masing pengguna internet itu sendiri yang harus meminimalisir berbagai resiko yang mungkin akan ditimbulkan oleh media tanpa batas, yang semakin hari, semakin banyak pula manusia di muka bumi menggunakannya
Senin, 03 Oktober 2011
Tulis “Celcius” atau “Celsius”?
Mungkin apalah artinya huruf “c” yang dituliskan “s”, toh cara bacanya sama! Saya sering bingung, kok masih ada yang menulis “Celcius”. Apa karena salah baca buku yang dijadikan referensi? Atau karena ingin menekankan nama orang barat, karena memang nama tersebut berasal dari orang barat –tepatnya orang Swedia. Atau alasan lainnyakah?
Bagi yang suka tulis-menulis hal ini sangatlah penting! Seperti menulis sayur asem, jangan sampai dituliskan jadi sayur asam ???
Celsius merupakan salah satu satuan untuk derajat suhu yang kita temui pada termometer ketika mengukur suhu. Sama seperti Fahrenheit, Reamur (jarang digunakan) dan Kelvin. Satuan-satuan derajat tersebut berasal dari nama ilmuwan yang menggagas skala termometer kali pertama. Di Indonesia, kita memilih satuan Celsius yang berasal dari nama Anders Celsius (1701-1744), bukan Fahrenheit (dari nama Gabriel Daniel Fahrenheit (1686-1736)).
Anders Celsius sebenarnya seorang Astronomer dari Swedia. Ia menjadi profesor di bidang itu di Universitas Upsala dari 1730-1744 –waktu umur 29 tahun sudah professor !!! Ia mempublikasikan penelitiannya tentang aurora borealis dan 316 hasil penelitian lainnya (memang setiap penelitian wajib dipublikasikan dalam bentuk apapun, termasuk blog jika penerbit enggan) pada 1733. Ia juga turut serta dalam ekspedisi dari Prancis ke kutub untuk mengukur posisi satu derajat meridian.
Bagi yang suka tulis-menulis hal ini sangatlah penting! Seperti menulis sayur asem, jangan sampai dituliskan jadi sayur asam ???
Celsius merupakan salah satu satuan untuk derajat suhu yang kita temui pada termometer ketika mengukur suhu. Sama seperti Fahrenheit, Reamur (jarang digunakan) dan Kelvin. Satuan-satuan derajat tersebut berasal dari nama ilmuwan yang menggagas skala termometer kali pertama. Di Indonesia, kita memilih satuan Celsius yang berasal dari nama Anders Celsius (1701-1744), bukan Fahrenheit (dari nama Gabriel Daniel Fahrenheit (1686-1736)).
Anders Celsius sebenarnya seorang Astronomer dari Swedia. Ia menjadi profesor di bidang itu di Universitas Upsala dari 1730-1744 –waktu umur 29 tahun sudah professor !!! Ia mempublikasikan penelitiannya tentang aurora borealis dan 316 hasil penelitian lainnya (memang setiap penelitian wajib dipublikasikan dalam bentuk apapun, termasuk blog jika penerbit enggan) pada 1733. Ia juga turut serta dalam ekspedisi dari Prancis ke kutub untuk mengukur posisi satu derajat meridian.
inii diaa
nahh loo
Lokasi:
Bukittinggi, Indonesia
Terapi Air Putih yuuk
Terapi air putih sembuhkan penyakit. Air sangatlah bermanfaat bagi kelangsungan hidup setiap manusia, keberadaannya sangat dibutuhkan tubuh. Air memberi kontribusi lebih dari 2/3 berat tubuh manusia. Tanpa air dalam beberapa hari, kemungkinan besar kita akan mati kehausan.
Kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi pada tubuh kita, yang berakibat kepada kinerja tubuh dan otak. Manusia jadi cepat lupa, sukar menyelesaikan soal matematika sederhana, sulit berkonsentrasi. Dehidrasi juga menyebabkan anda lekas lelah. Dan semua adalah contoh nyata pentingnya air.
Tidak hanya itu, menurut ilmu pengetahuan, 95% otak kita terbuat dari air, 82% darah dari air dan jantung 75%, paru – paru 86%, ginjal 83%. Bayangkan betapa pentingnya keberadaan air pada tubuh kita.
Dikarenakan pentingnya air maka tidak heran jika muncul sebuah metode pengobatan bernama terapi air putih. Dimana air putih dijadikan obat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit berat seperti jantung, kanker, diabetes, hipertensi dan lainnya.
Cara menerapkan terapi air putih terbilang amat mudah dan tanpa efek samping (kecuali anda akan sering buang air kecil), anda cukup menghabiskan air sebanyak 1.5 liter setiap bangun tidur – sebelum makan atau lakukan aktifitas apapun termasuk gosok gigi – kemudian mandi dan tunggu selama 45 menit baru anda dapat makan dan minum kembali.
Terapi air putih dapat menyembuhkan penyakit-penyakit berikut ini berserta lama waktu terapi:
1. Tekanan darah tinggi,lama waktu terapi 30 hari
2. Asam lambung,lama waktu terapi 10 hari
3. Diabetes,lama waktu terapi 1 bulan
4. Susah buang air besar,lama waktu terapi 10 hari
5. Penyakit Kanker,lama waktu terapi 8 bulan
6. TBC / Tuberculosis,lama waktu terapi 3 bulan
7. Penyakit Jantung,lama waktu terapi 1 bulan
Jika anda tertarik, silahkan praktekan. Toh tidak ada ruginya sama sekali, dikarenakan terapi air putih tidak memakan biaya, juga tidak ada efek samping fatal. Dan unsur air ini memang sangat dibutuhkan tubuh kita yang 70% nya adalah air. Semoga bermanfaat.
Kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi pada tubuh kita, yang berakibat kepada kinerja tubuh dan otak. Manusia jadi cepat lupa, sukar menyelesaikan soal matematika sederhana, sulit berkonsentrasi. Dehidrasi juga menyebabkan anda lekas lelah. Dan semua adalah contoh nyata pentingnya air.
Tidak hanya itu, menurut ilmu pengetahuan, 95% otak kita terbuat dari air, 82% darah dari air dan jantung 75%, paru – paru 86%, ginjal 83%. Bayangkan betapa pentingnya keberadaan air pada tubuh kita.
Dikarenakan pentingnya air maka tidak heran jika muncul sebuah metode pengobatan bernama terapi air putih. Dimana air putih dijadikan obat untuk menyembuhkan sejumlah penyakit berat seperti jantung, kanker, diabetes, hipertensi dan lainnya.
Cara menerapkan terapi air putih terbilang amat mudah dan tanpa efek samping (kecuali anda akan sering buang air kecil), anda cukup menghabiskan air sebanyak 1.5 liter setiap bangun tidur – sebelum makan atau lakukan aktifitas apapun termasuk gosok gigi – kemudian mandi dan tunggu selama 45 menit baru anda dapat makan dan minum kembali.
Terapi air putih dapat menyembuhkan penyakit-penyakit berikut ini berserta lama waktu terapi:
1. Tekanan darah tinggi,lama waktu terapi 30 hari
2. Asam lambung,lama waktu terapi 10 hari
3. Diabetes,lama waktu terapi 1 bulan
4. Susah buang air besar,lama waktu terapi 10 hari
5. Penyakit Kanker,lama waktu terapi 8 bulan
6. TBC / Tuberculosis,lama waktu terapi 3 bulan
7. Penyakit Jantung,lama waktu terapi 1 bulan
Jika anda tertarik, silahkan praktekan. Toh tidak ada ruginya sama sekali, dikarenakan terapi air putih tidak memakan biaya, juga tidak ada efek samping fatal. Dan unsur air ini memang sangat dibutuhkan tubuh kita yang 70% nya adalah air. Semoga bermanfaat.
Jumat, 30 September 2011
love physics
Semenjak bertemu denganmu, energi statik benih cintamu telah mengejutkan gaya pegas jantungku, sehingga jantungku berdetak tak beraturan bagaikan gelombang bunyi gendang yang tak beraturan saat aku berada beberapa meter darimu. Refleksi cahaya cintamu telah membunuh urat mataku sehinga membiaskan bayangan wajahmu yang selalu di otakku.
Pancaran Radiasi Pesonamu membuat otakku tidak bisa berpikir rasional, sehingga elektromagnet dalam hatiku terpengaruh gelombang magnet cintamu. Sejak Saat itu, atom-atom penyusun cinta ini kian mengumpul karena gaya listrik statik dan energi Potensial di hatiku.
Saat jauh darimu, partikel-partikel cintaku tidak bisa diam sehinga melakukan tumbukan-tumbukan lenting sempurna dan menghasilkan energi rindu dengan rumus E = MC2, yang mana M adalah Masa waktu dimana semakin lama semakin jauh darimu maka energi rinduku semakin bertambah besar. Sedangkan C adalah Cintaku padamu yang berbanding lurus dengan Energi rinduku.
Usaha untuk memberikan gaya lorenzt-ku padamu telah kuberikan dengan FL = i B Sin ØØ. Mudah-mudahan dengan penurunan rumus cintaku padamu dapat memahami pemuaian cintaku padamu dan peningkatan massa jenis cintaku agar tekanan cinta dalam hatiku bisa setimbang setelah bereaksi dengan cahaya cintamu. Dimana bila FL adalah gaya cintaku padamu akan berbanding lurus dengan i (arus listrik cintaku) dan B adalah besarnya medan magnet dalam hatiku dan arah sudut refleksi cinta dengan Sin.
I intensitas
L listrik
O optik
V kecepatan
E energi
U usaha
Pancaran Radiasi Pesonamu membuat otakku tidak bisa berpikir rasional, sehingga elektromagnet dalam hatiku terpengaruh gelombang magnet cintamu. Sejak Saat itu, atom-atom penyusun cinta ini kian mengumpul karena gaya listrik statik dan energi Potensial di hatiku.
Saat jauh darimu, partikel-partikel cintaku tidak bisa diam sehinga melakukan tumbukan-tumbukan lenting sempurna dan menghasilkan energi rindu dengan rumus E = MC2, yang mana M adalah Masa waktu dimana semakin lama semakin jauh darimu maka energi rinduku semakin bertambah besar. Sedangkan C adalah Cintaku padamu yang berbanding lurus dengan Energi rinduku.
Usaha untuk memberikan gaya lorenzt-ku padamu telah kuberikan dengan FL = i B Sin ØØ. Mudah-mudahan dengan penurunan rumus cintaku padamu dapat memahami pemuaian cintaku padamu dan peningkatan massa jenis cintaku agar tekanan cinta dalam hatiku bisa setimbang setelah bereaksi dengan cahaya cintamu. Dimana bila FL adalah gaya cintaku padamu akan berbanding lurus dengan i (arus listrik cintaku) dan B adalah besarnya medan magnet dalam hatiku dan arah sudut refleksi cinta dengan Sin.
I intensitas
L listrik
O optik
V kecepatan
E energi
U usaha
Rabu, 28 September 2011
Pembelajaran berbasis ICT terhadap Inquiri Learning,Cooperative Learning,dan Individual Learning
Pengaruh pembelajaran berbasis ICT dengan strategi Inquiri Learning
Dengan menggunakan ICT dengan strategi inkuiri pada pembelajaran kontekstual memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses pembelajaran dan hasil belajar siswa .Pemanfaatan ICT dengan strategi inkuiri lebih berpengaruh dibandingkan dengan pembelajaran konvensional terhadap motivasi belajar dan hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor siswa .
Sebagian besar siswa menunjukkan perhatian yang sangat tinggi, merasakan adanya keterkaitan, percaya diri dan kepuasan yang positif terhadap penggunaan sumber media ICT dengan strategi inkuiri. Dalam pembelajaran ini tidak hanya mengutamakan kemampuan kognitif siswa, tetapi mengkolaborasikan kemampuan afektif dan psikomotor.
untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam kemampuan mengidentifikasi, mem bedakan, menjelaskan dasar-dasar pengelompokan, meningkatkan kompetensi siswa, mendapatkan gambaran yang lengkap dan utuh tentang pembelajaran kontekstual berbasis ICT dengan strategi inkuiri terhadap motivasi dan hasil belajar siswa, Terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran kontekstual berbasis ICT dengan strategi inkuiri terhadap motivasi,hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor dengan pembelajaran konvensional.
Bagaimana ICT dapat membantu siswa belajar?
Pertama, presenting information. ICT memiliki kemampuan yang sangat luar biasa untuk menyampaikan informasi. Ensiklopedia yang jumlahnya beberapa jilid pun dapat disimpan di hard disk. Bahkan kini telah lahir google0earth yang dapat menunjukkan kepada kita seluruh kawasan di muka bumi kita ini dari hasil foto udara yang amat mengesankan. Dengan membuka www.google.com, data dan informasi akan dengan mudah kita peroleh. Mau membuat grafik dan tabel? Itu sangatlah mudah. Komputer akan dengan senang hati membantu peserta didik untuk membuatkan grafik dan tabel secara otomatis, dengan hanya memasukkan data sesuai dengan yang kita inginkan.
Kedua, quick and automatic completion of routine tasks. Tugas-tugas rutin kita dapat diselesaikan dengan menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis. Mau membuat grafik, membuat paparan yang beranimasi, dan sebainya, dengan mudah dapat dilakukan dengan bantuan komputer.
Ketiga, assessing and handling information. Dengan komputer yang dihubungkan dengan intenet, kita dapat dengan mudah memperoleh dan mengirimkan informasi dengan mudah dan cepat. Melalui jaringan internet, kita dapat memiliki website yang menjangkau ujung dunia mana pun. Jangan heran, anak-anak kita dapat dengan mudah melakukan cheating atau ngobrol dengan temannya yang berada entah di belahan dunia mana.
Masih banyak lagi manfaat yang dapat kita ambil dari penggunaan ICT dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan dalam bidang teknologi informasi haruslah dikuasai sebaik mungkin oleh generasi muda kita melalui pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi.
Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.
CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.
Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
Metode Pembelajaran Inquiry berhubungan erat dengan pendekatan CTL (contextual Teaching and Learning), bahkan menjad inti pendekatan belajar CTL. Pendekatan contextual teaching and learning (CTL) merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru untuk mengaitkan antara materi ajar dengan situasi dunia nyata siswa. Yang dapat mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajari dengan penerapannya dalam kehidupan para siswa sebagai angota keluarga dan masyarakat. Berangkat dari konsepsi ini diharapkan hasil pembelajaran akan lebih bermakna. Proses pembelajarannya akan berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan megalami, bukan sekedar transfer pengetahuan dari guru ke siswa.
Dalam pembelajaran kontekstual ini didorong untuk mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya dan bagaimana mencapainya. Diharapkan mereka sadar bahwa mereka pelajari itru berguna bagi hidupnya. Dengan demikian mereka akan memosisikan dirinya sebagai pihak yang memerlukan bekal untuk hidupnya nanti.
Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa untuk mencapai tujuannya. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas agar kelas menjadi kondusif untuk belajar siswa. Jadi pengetahuan atau keterampilan itu akan ditemukan oleh siswa sendiri, bukan apa kata guru. Dalam pembelajaran kontekstual ada motto “student learn best by actively constructing their own understanding” (cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstruksikan sendiri secara aktif pemahamannya). Untuk penerapan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) ada tujuh aspek yaitu sabagai berikut:
Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa untuk mencapai tujuannya. Maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi informasi. Tugas guru adalah mengelola kelas agar kelas menjadi kondusif untuk belajar siswa. Jadi pengetahuan atau keterampilan itu akan ditemukan oleh siswa sendiri, bukan apa kata guru. Dalam pembelajaran kontekstual ada motto “student learn best by actively constructing their own understanding” (cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstruksikan sendiri secara aktif pemahamannya). Untuk penerapan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) ada tujuh aspek yaitu sabagai berikut:
- Konstruktivisme (constructivism)
- Menemukan (inquiry)
- Bertanya (quetioning)
- Masyarakat belajar (learning community)
- Pemodelan (modelling)
- Refleksi (reflection)
- Penilaian autentik (autentic assessment)
Masnur Muslich (2007: 42) menyatakan bahwa karakteristik pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:
- Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik, yaitu pembelajaran yang diarahkan kepada ketercapaian keterampilan dalam konteks kehidupan nyata atu pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah (learning in real life setting)
- Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna (meaningful learning)
- Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermana kepada siswa (learning by doing)
- Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antarteman (learning in a group)
- pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerja sama, dan saling memahami antara satu dengan yang lain secara mendalam (learning to know each other deeply)
- Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerja sama (learning to ask, to inquiry, to work together)
- Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi menyenngkan (learning as an enjoy activity).
Metode Pembelajaran Inquiry
Inquiry (kegiatan menemukan) menjadi ciri dan komponen CTL. Metode inquiry berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiry adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi. Kegiatan ini diawali dari pengamatan terhadap fenomena, dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan bermakna untuk menghasilkan temuan yang diperolah sendiri oleh siswa. Dengan demikian pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa tidak dari hasil mengingat seperangkat fakta, tetapi hasil menemukan sendiri dari fakta yang dihadapinya.
Prinsip-prinsip penerapan model pembelajaran inquiry adalah:
- Pengetahuan dan keterampilan akan lebih lama diingat apabila siswa menemukan sendiri.
- Informasi yang diperoleh siswa akan lebih mantap apabila diikuti dengan bukti-bukti atau data yang ditemukan sendiri oleh siswa.
- Siklus inquiry adalah observasi (observation), bertanya (questioning), mengajukan dugaan (hiphotesis), pengumpulan data (data gathering), dan penyimpulan (conclussion)
- Langkah-langkah kegiatan inquiry merumuskan masalah,mengamati dan melakukan observasi,menganalisis dan menyajikan hasil dalam tulisan,gambar,laporan,bagan,tabel,dan karya lain,
Oemar hamalik (2007: 221menjelaskan bahwa proses inkuiri menuntut guru bertindak sebagai fasilitator, nara sumber dan penyuluh kelompok. Para siswa didorong untuk mencari pengetahuan sendiri, bukan dijejali dengan pengetahuan.
Metode inkuiri yang diintegrasikan dalam pembelajaran kelompok dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Ø Membentuk kelompok-kelompok inkuiri
Ø Memperkenalkan topik-topik inkuiri kepada semua kelompok. Tiap kelompok diharapkan memahami dan berminat mempelajarinya.
Ø Membentuk posisi tentang kebijakan yang bertalian dengan topik, yakni pernyataan apa yang harus dikerjakan. Mungkin terdapat satu atau lebih solusi yang diusulkan terhadap masalah pokok.
Ø Merumuskan semua istilah yang terkandung di dalam proposisi kebijakan.
Ø Menyelidiki validitas logis dan konsisten internal pada proposisi dan unsur-unsur penunjangnya.
Ø Mengumpulkan evidensi (bukti) untuk menunjang unsur-unsur proposis
Ø Menganalisis solusi solusi yang diusulkan dan mencari posisi kelompok
Ø Menilai proses kelompok.
Metode inquiry yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa. Pada pembelajaan Sains metode inquiry membantu perkembangan antara lain scientific literacy dan pemahaman proses-proses ilmiah, pengetahuan vocabulary dan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan bersikap positif. Dapat disebutkan bahwa metode inquiry tidak saja meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep dalam Sains saja, melainkan juga membentuk sikap keilmiahan dalam diri siswa.
Walaupun dalam praktiknya aplikasi metode pembelajaran inquiry sangat beragam, tergantung pada situasi dan kondisi sekolah, namun dapat disebutkan bahwa pembelajaran dengan metode inquiry memiliki 5 komponen yang umum yaitu Question, Student Engangement, Cooperative Interaction, Performance Evaluation, dan Variety of Resources (Garton, 2005).
Pengaruh pembelajaran berbasis ICT dengan strategi Cooperative Learning
Bagaimana Menggunakan TIK untuk Pembelajaran Kooperatif
Bagaimana merancang situasi belajar yang efektif? Pertanyaan ini sentral dalam 'tim Tugas pembelajaran berbasis dengan ICT' penelitian tindakan proyek (1999 - 2001), bersama-sama dilakukan oleh Universitas Utrecht (IVLOS) dan University Profesional Utrecht (Cetis), dan disponsori oleh inisiatif nasional Belanda SURF Educatie <F>.Dalam proyek ini siswa baik dalam studi penuh waktu atau paruh waktu dilihat sebagai junior-profesional mengembangkan karir mereka. Pendekatan ini hubungan dengan perkembangan belajar sepanjang hayat di mana siswa profesional yang ingin memperpanjang mereka "kompetensi". Berbagai situasi belajar diidentifikasi membangun satu atas lainnya yang akan memungkinkan siswa untuk mengembangkan semua kompetensi yang dibutuhkan. Karakteristik dari situasi belajar adalah bahwa ini adalah cermin yang realistis dari situasi profesional lulusan akan menghadapi saat mulai ada kehidupan kerja. Teamwork merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari situasi belajar.
Tipologi situasi belajar:
• berbasis Penugasan: mahasiswa / profesional fungsi dalam peran reproduksi di mana masalah standar yang diakui dan diselesaikan dengan cara yang standar; mahasiswa / profesional menilai cara kerja dan hasil terhadap standar.
• Tugas berbasis: mahasiswa / profesional fungsi dalam peran eksekutif di mana masalah tugas khas, terkait diselesaikan menggunakan metode berorientasi pada tugas, mahasiswa / profesional menilai pemilihan metode, cara kerja dan hasil terhadap standar.
• berbasis Masalah: fungsi mahasiswa / profesional dalam peran taktis yang non-standar masalah ini diselesaikan menggunakan metode disesuaikan; spesifikasi untuk hasilnya harus dikembangkan, mahasiswa / profesional menilai spesifikasi, pemilihan metode, aplikasi, cara kerja dan hasil melawan standar.
• Situasi berbasis: mahasiswa / profesional fungsi dalam konteks peran ditentukan, strategis di mana nilai-sementara masalah harus diidentifikasi, seperti metode yang sesuai untuk memecahkan; mahasiswa / profesional menilai pemilihan masalah dan metode, aplikasi, cara kerja dan hasil terhadap standar.
Dalam pekerjaan Situasi paling pembelajaran tim diimplementasikan untuk meningkatkan pembelajaran. Karakteristik dari situasi belajar yang khas diringkas dalam Tabel 1. Mari kita memeriksa dua dari situasi belajar yang khas secara lebih rinci: Tugas pembelajaran berbasis dan belajar Situasi berbasis.
Tugas
Dalam karir siswa pendidikan mereka bekerja pada tugas-tugas yang memiliki hubungan nyata dengan profesi atau fungsi di mana siswa akan bekerja setelah selesainya penelitian. Dalam 'tim yang berbasis pembelajaran dengan ICT Tugas' proyek siswa baik dididik sebagai dokter medis (Universitas Utrecht) atau profesional sebagai ekonomi atau bisnis (Profesional Universitas Utrecht). Tugas pembelajaran berbasis menyiratkan pendekatan fungsional untuk pendidikan dan pengembangan pendidikan. Tugas dimodelkan setelah tugas profesional dan milik profesi, fungsi atau bidang masalah yang berbeda. Dalam beberapa disiplin ilmu ini akan lebih mudah dicapai dibandingkan pada orang lain, tetapi gagasan adalah bahwa kegiatan profesional, baik itu dokter umum dalam kedokteran, seorang peneliti fisika atau penasihat proses bisnis, adalah pusat dalam desain pendidikan.
Belajar berorientasi pada tugas menempatkan kegiatan, produktivitas dan kreativitas siswa di garis terdepan, dengan banyak ruang untuk inisiatif siswa. Pendekatan didaktik dikaitkan dengan wawasan konstruktivis dan sosial-konstruktivis pada pembelajaran yang efektif dan efisien, didasarkan pada motivasi siswa. Tujuan pembelajaran berorientasi pada tugas adalah untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan siswa dalam domain tugas.
Tim belajar
Pembelajaran berbasis tim terkait erat dengan pendekatan pembelajaran konstruktivis.Siswa bekerja sama dalam tugas yang profesional yang kompleks, dan dalam peran yang berbeda. Peran ini berkaitan dengan isi tugas. Sebuah pilihan yang berperan tergantung pada kemampuan siswa dan apa kemampuan siswa ingin mengembangkan. Kerjasama siswa dalam kelompok belum tentu efektif. Johnson dan John-
anak membedakan tingkat berikut efektivitas [JJ94]:
• kelompok Pseudo: tidak ada insentif bagi kerjasama, anggota kelompok tidak membantu sama lain, tetapi bekerja untuk menciptakan gangguan dan kesalahpahaman; hasil kelompok kurang dari jumlah potensi hasil anggota kelompok.
• Tradisional kelompok: anggota kelompok pada prinsipnya bersedia untuk bekerja sama, tetapi tidak melihat keuntungan banyak dalam kerjasama ini, pekerjaan akan disusun sedemikian rupa sehingga hal yang paling dapat dilakukan secara individual, anggota hanya merasa bertanggung jawab untuk mereka bagian sendiri dari kerja kelompok, namun akan berbagi informasi tentang bagaimana tugas dapat dilakukan.hasil kelompok lebih atau kurang jumlah potensi hasil anggota kelompok.
• Co-operative kelompok (tim): anggota kelompok kerja untuk mencapai tujuan bersama dan untuk memaksimalkan keberhasilan sendiri dan kolektif berkualitas tinggi; kompetensi sosial dikembangkan dan diterapkan, efektivitas anggota kelompok dan kelompok dianalisis dan tindakan perbaikan yang dilakukan, sedangkan Hasilnya kelompok lebih dari jumlah potensi hasil anggota kelompok.
• Kelompok kinerja tinggi: ini adalah kelompok koperasi di mana anggota memiliki komitmen besar untuk kedua pengembangan pribadi mereka sendiri dan orang lain, dan juga bersenang-senang besar bekerja dalam kelompok. Efektivitas kerjasama dalam kelompok biasanya dapat ditingkatkan dengan langkah-langkah berikut [JJ94]:
1. Aturlah tinggi, kualitas tatap muka interaksi,
2. Mengatur ketergantungan positif anggota kelompok satu sama lain sehingga mereka dapat mengalami efek positif dari penjelasan teman sebaya dan dukungan sebaya; mengatur keputusan yang akan diambil oleh kelompok (bukan oleh pelatih guru) atas dasar konsensus.
3. Mengatur tanggung jawab individu dalam konteks kelompok, setiap anggota kelompok harus bertanggung jawab untuk kinerja sendiri dan untuk kinerja kelompok secara keseluruhan.
4. Biarkan siswa mengembangkan kompetensi untuk kerjasama melalui tugas-tugas kelompok yang bermakna, umpan balik positif dan pengambilan keputusan atas dasar konsensus.
5. Mari memantau siswa mereka sendiri dan kelompok kerja; tanpa pemantauan kelompok tidak dapat yakin bahwa itu berkinerja baik.
Bagaimana Menggunakan TIK untuk Belajar Berdasarkan Permintaan
Tema yang muncul dari wawancara dengan guru tentang ICT di sekolah-sekolah tinggi
Belajar bagaimana mengajar secara efektif dengan teknologi baik memungkinkan dan memerlukan beberapa
perubahan mendasar ke sekolah. Ketika guru ditanya tentang pengalaman mereka
terkait dengan penggunaan teknologi di sekolah-sekolah tinggi muncul tema-tema umum berikut:
• Guru mengamati bahwa menciptakan pertanyaan teknologi ditingkatkan untuk siswa jauh lebih menantang dari yang mereka awalnya diantisipasi dan diperlukan dukungan berkelanjutan pada sejumlah tingkat yang berbeda.
• Guru membuat pengamatan berikut tentang belajar siswa dalam kaitannya dengan pertanyaan TIK diinfus bahwa mereka telah dilakukan
• Kedalaman pemahaman siswa meningkat
• Siswa menunjukkan kepemilikan lebih dan investasi dalam pembelajaran mereka
• Siswa menghasilkan kualitas yang lebih tinggi dan tingkat kerja yang lebih besar daripada kelompok sebelumnya beasiswa mahasiswa
• Siswa mampu melihat hubungan yang lebih besar antara pekerjaan sekolah mereka dan bekerja di dunia nyata di luar sekolah
• Siswa tampak lebih tertarik dalam belajar
Mendukung yang memungkinkan guru untuk menciptakan teknologi diresapi Permintaan berbasis lingkungan belajar bagi siswa.
Peserta melaporkan beberapa faktor yang mengizinkan mereka untuk mengembangkan dan melaksanakan lebih
Permintaan studi berbasis teknologi yang terintegrasi dalam cara-cara baru:
1. Profesional pembangunan yang berkelanjutan dan pekerjaan tertanam
2. Kesempatan untuk bekerja sama dengan peneliti untuk bersama-sama mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti dari pembelajaran siswa.
3. Sebuah budaya sekolah yang menghargai dan mendukung inovasi dan kreativitas
4. Kolega penukaran yang dapat memfasilitasi penggunaan penyelidikan dan efektif ICT
5. Waktu untuk merancang penyelidikan teknologi berbasis pengalaman belajar bagi siswa diinfuskan
6. Peluang untuk berkolaborasi dengan rekan dan mentor untuk merancang tugas-tugas multidisiplin yang kuat dan penilaian
7. Kepemimpinan administrasi yang kuat bahwa: memahami pentingnya pekerjaan ini dan mampu membantu orang tua memahami itu juga, mendorong guru untuk terus berusaha dan tidak menyerah, mengharapkan kesalahan terjadi tetapi pandangan mereka sebagai kesempatan belajar, siap untuk menciptakan peluang bagi para guruuntuk bekerja sama dengan rekan-rekan baik dari dalam dan luar sekolah, dan berusaha untuk memaksimalkan fleksibilitas guru dan siswa melalui penjadwalan kreatif dan penjadwalan.
8. Kesempatan untuk bergerak di luar kelas ke dalam dunia nyata??? mendukung inovasi dan pengambilan risiko
9. Perayaan menampilkan pekerjaan siswa
10. Akses ke teknologi yang saat ini dan mampu mendukung pekerjaan yang siswa dan guru ingin melakukan
11. Buka teknologi dan arsitektur yang memungkinkan untuk aplikasi untuk tinggal sumber daya saat ini dan web dapat diakses
12. Jenis akses dan fleksibilitas bahwa laptop nirkabel akan membuat mungkin sehingga waktu dan tempat berhenti hambatan yang
Pengalaman guru yang terlibat dalam inisiatif ini menemukan bahwa siswa menjadi lebih
terlibat ketika tugas mengharuskan mereka untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka sendiri dan bekerja
bersama-sama dengan guru, teman sebaya dan para ahli untuk menyelidiki isu-isu yang bermakna, memecahkan
masalah, bergulat dengan ide-ide penting, perdebatan, menemukan, membuat dan menguji mereka
pemahaman. Selanjutnya, ketika orang muda dapat menggunakan teknologi untuk langsung mereka
pengetahuan dan pemahaman terhadap penonton di luar kerja, ruang kelas sekolah
tampaknya jauh lebih menarik.
Ketika guru yang didukung baik tatap muka dan online melalui penggunaan
teknologi untuk desain pekerjaan penyelidikan yang kuat yang mencerminkan karakteristik berikut baik
siswa dan guru sangat senang dengan hasilnya. Pekerjaan tersebut meliputi:
• Authentic tugas, masalah, masalah dan pengalaman
• kekakuan Akademik diciptakan melalui eksplorasi tugas tidak jelas, kompleks dan multidimensi
• Tuntutan yang sama seperti yang akan diharapkan dari organisasi bekerja kinerja tinggi
• Kesempatan untuk eksplorasi aktif
• Kesempatan untuk terhubung dengan para ahli disiplin di luar kelas
• Penilaian yang ditujukan untuk meningkatkan pembelajaran, dan
• Kreatif dan sadar menggunakan teknologi sepanjang tiap tahap penyelidikan.
Bagaimana Menggunakan TIK untuk Belajar Berdasarkan Permintaan
Tema yang muncul dari wawancara dengan guru tentang ICT di sekolah-sekolah tinggi
Belajar bagaimana mengajar secara efektif dengan teknologi baik memungkinkan dan memerlukan beberapa
perubahan mendasar ke sekolah. Ketika guru ditanya tentang pengalaman mereka
terkait dengan penggunaan teknologi di sekolah-sekolah tinggi muncul tema-tema umum berikut:
• Guru mengamati bahwa menciptakan pertanyaan teknologi ditingkatkan untuk siswa jauh lebih menantang dari yang mereka awalnya diantisipasi dan diperlukan dukungan berkelanjutan pada sejumlah tingkat yang berbeda.
• Guru membuat pengamatan berikut tentang belajar siswa dalam kaitannya dengan pertanyaan TIK diinfus bahwa mereka telah dilakukan
• Kedalaman pemahaman siswa meningkat
• Siswa menunjukkan kepemilikan lebih dan investasi dalam pembelajaran mereka
• Siswa menghasilkan kualitas yang lebih tinggi dan tingkat kerja yang lebih besar daripada kelompok sebelumnya beasiswa mahasiswa
• Siswa mampu melihat hubungan yang lebih besar antara pekerjaan sekolah mereka dan bekerja di dunia nyata di luar sekolah
• Siswa tampak lebih tertarik dalam belajar
Mendukung yang memungkinkan guru untuk menciptakan teknologi diresapi Permintaan berbasis lingkungan belajar bagi siswa.
Peserta melaporkan beberapa faktor yang mengizinkan mereka untuk mengembangkan dan melaksanakan lebih
Permintaan studi berbasis teknologi yang terintegrasi dalam cara-cara baru:
1. Profesional pembangunan yang berkelanjutan dan pekerjaan tertanam
2. Kesempatan untuk bekerja sama dengan peneliti untuk bersama-sama mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti dari pembelajaran siswa.
3. Sebuah budaya sekolah yang menghargai dan mendukung inovasi dan kreativitas
4. Kolega penukaran yang dapat memfasilitasi penggunaan penyelidikan dan efektif ICT
5. Waktu untuk merancang penyelidikan teknologi berbasis pengalaman belajar bagi siswa diinfuskan
6. Peluang untuk berkolaborasi dengan rekan dan mentor untuk merancang tugas-tugas multidisiplin yang kuat dan penilaian
7. Kepemimpinan administrasi yang kuat bahwa: memahami pentingnya pekerjaan ini dan mampu membantu orang tua memahami itu juga, mendorong guru untuk terus berusaha dan tidak menyerah, mengharapkan kesalahan terjadi tetapi pandangan mereka sebagai kesempatan belajar, siap untuk menciptakan peluang bagi para guruuntuk bekerja sama dengan rekan-rekan baik dari dalam dan luar sekolah, dan berusaha untuk memaksimalkan fleksibilitas guru dan siswa melalui penjadwalan kreatif dan penjadwalan.
8. Kesempatan untuk bergerak di luar kelas ke dalam dunia nyata??? mendukung inovasi dan pengambilan risiko
9. Perayaan menampilkan pekerjaan siswa
10. Akses ke teknologi yang saat ini dan mampu mendukung pekerjaan yang siswa dan guru ingin melakukan
11. Buka teknologi dan arsitektur yang memungkinkan untuk aplikasi untuk tinggal sumber daya saat ini dan web dapat diakses
12. Jenis akses dan fleksibilitas bahwa laptop nirkabel akan membuat mungkin sehingga waktu dan tempat berhenti hambatan yang
Pengalaman guru yang terlibat dalam inisiatif ini menemukan bahwa siswa menjadi lebih
terlibat ketika tugas mengharuskan mereka untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka sendiri dan bekerja
bersama-sama dengan guru, teman sebaya dan para ahli untuk menyelidiki isu-isu yang bermakna, memecahkan
masalah, bergulat dengan ide-ide penting, perdebatan, menemukan, membuat dan menguji mereka
pemahaman. Selanjutnya, ketika orang muda dapat menggunakan teknologi untuk langsung mereka
pengetahuan dan pemahaman terhadap penonton di luar kerja, ruang kelas sekolah
tampaknya jauh lebih menarik.
Ketika guru yang didukung baik tatap muka dan online melalui penggunaan
teknologi untuk desain pekerjaan penyelidikan yang kuat yang mencerminkan karakteristik berikut baik
siswa dan guru sangat senang dengan hasilnya. Pekerjaan tersebut meliputi:
• Authentic tugas, masalah, masalah dan pengalaman
• kekakuan Akademik diciptakan melalui eksplorasi tugas tidak jelas, kompleks dan multidimensi
• Tuntutan yang sama seperti yang akan diharapkan dari organisasi bekerja kinerja tinggi
• Kesempatan untuk eksplorasi aktif
• Kesempatan untuk terhubung dengan para ahli disiplin di luar kelas
• Penilaian yang ditujukan untuk meningkatkan pembelajaran, dan
• Kreatif dan sadar menggunakan teknologi sepanjang tiap tahap penyelidikan.
Bagaimana merancang situasi belajar yang efektif? Pertanyaan ini sentral dalam 'tim Tugas pembelajaran berbasis dengan ICT' penelitian tindakan proyek (1999 - 2001), bersama-sama dilakukan oleh Universitas Utrecht (IVLOS) dan University Profesional Utrecht (Cetis), dan disponsori oleh inisiatif nasional Belanda SURF Educatie <F>.Dalam proyek ini siswa baik dalam studi penuh waktu atau paruh waktu dilihat sebagai junior-profesional mengembangkan karir mereka. Pendekatan ini hubungan dengan perkembangan belajar sepanjang hayat di mana siswa profesional yang ingin memperpanjang mereka "kompetensi". Berbagai situasi belajar diidentifikasi membangun satu atas lainnya yang akan memungkinkan siswa untuk mengembangkan semua kompetensi yang dibutuhkan. Karakteristik dari situasi belajar adalah bahwa ini adalah cermin yang realistis dari situasi profesional lulusan akan menghadapi saat mulai ada kehidupan kerja. Teamwork merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari situasi belajar.
Tipologi situasi belajar:
• berbasis Penugasan: mahasiswa / profesional fungsi dalam peran reproduksi di mana masalah standar yang diakui dan diselesaikan dengan cara yang standar; mahasiswa / profesional menilai cara kerja dan hasil terhadap standar.
• Tugas berbasis: mahasiswa / profesional fungsi dalam peran eksekutif di mana masalah tugas khas, terkait diselesaikan menggunakan metode berorientasi pada tugas, mahasiswa / profesional menilai pemilihan metode, cara kerja dan hasil terhadap standar.
• berbasis Masalah: fungsi mahasiswa / profesional dalam peran taktis yang non-standar masalah ini diselesaikan menggunakan metode disesuaikan; spesifikasi untuk hasilnya harus dikembangkan, mahasiswa / profesional menilai spesifikasi, pemilihan metode, aplikasi, cara kerja dan hasil melawan standar.
• Situasi berbasis: mahasiswa / profesional fungsi dalam konteks peran ditentukan, strategis di mana nilai-sementara masalah harus diidentifikasi, seperti metode yang sesuai untuk memecahkan; mahasiswa / profesional menilai pemilihan masalah dan metode, aplikasi, cara kerja dan hasil terhadap standar.
Dalam pekerjaan Situasi paling pembelajaran tim diimplementasikan untuk meningkatkan pembelajaran. Karakteristik dari situasi belajar yang khas diringkas dalam Tabel 1. Mari kita memeriksa dua dari situasi belajar yang khas secara lebih rinci: Tugas pembelajaran berbasis dan belajar Situasi berbasis.
Tugas
Dalam karir siswa pendidikan mereka bekerja pada tugas-tugas yang memiliki hubungan nyata dengan profesi atau fungsi di mana siswa akan bekerja setelah selesainya penelitian. Dalam 'tim yang berbasis pembelajaran dengan ICT Tugas' proyek siswa baik dididik sebagai dokter medis (Universitas Utrecht) atau profesional sebagai ekonomi atau bisnis (Profesional Universitas Utrecht). Tugas pembelajaran berbasis menyiratkan pendekatan fungsional untuk pendidikan dan pengembangan pendidikan. Tugas dimodelkan setelah tugas profesional dan milik profesi, fungsi atau bidang masalah yang berbeda. Dalam beberapa disiplin ilmu ini akan lebih mudah dicapai dibandingkan pada orang lain, tetapi gagasan adalah bahwa kegiatan profesional, baik itu dokter umum dalam kedokteran, seorang peneliti fisika atau penasihat proses bisnis, adalah pusat dalam desain pendidikan.
Belajar berorientasi pada tugas menempatkan kegiatan, produktivitas dan kreativitas siswa di garis terdepan, dengan banyak ruang untuk inisiatif siswa. Pendekatan didaktik dikaitkan dengan wawasan konstruktivis dan sosial-konstruktivis pada pembelajaran yang efektif dan efisien, didasarkan pada motivasi siswa. Tujuan pembelajaran berorientasi pada tugas adalah untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan siswa dalam domain tugas.
Tim belajar
Pembelajaran berbasis tim terkait erat dengan pendekatan pembelajaran konstruktivis.Siswa bekerja sama dalam tugas yang profesional yang kompleks, dan dalam peran yang berbeda. Peran ini berkaitan dengan isi tugas. Sebuah pilihan yang berperan tergantung pada kemampuan siswa dan apa kemampuan siswa ingin mengembangkan. Kerjasama siswa dalam kelompok belum tentu efektif. Johnson dan John-
anak membedakan tingkat berikut efektivitas [JJ94]:
• kelompok Pseudo: tidak ada insentif bagi kerjasama, anggota kelompok tidak membantu sama lain, tetapi bekerja untuk menciptakan gangguan dan kesalahpahaman; hasil kelompok kurang dari jumlah potensi hasil anggota kelompok.
• Tradisional kelompok: anggota kelompok pada prinsipnya bersedia untuk bekerja sama, tetapi tidak melihat keuntungan banyak dalam kerjasama ini, pekerjaan akan disusun sedemikian rupa sehingga hal yang paling dapat dilakukan secara individual, anggota hanya merasa bertanggung jawab untuk mereka bagian sendiri dari kerja kelompok, namun akan berbagi informasi tentang bagaimana tugas dapat dilakukan.hasil kelompok lebih atau kurang jumlah potensi hasil anggota kelompok.
• Co-operative kelompok (tim): anggota kelompok kerja untuk mencapai tujuan bersama dan untuk memaksimalkan keberhasilan sendiri dan kolektif berkualitas tinggi; kompetensi sosial dikembangkan dan diterapkan, efektivitas anggota kelompok dan kelompok dianalisis dan tindakan perbaikan yang dilakukan, sedangkan Hasilnya kelompok lebih dari jumlah potensi hasil anggota kelompok.
• Kelompok kinerja tinggi: ini adalah kelompok koperasi di mana anggota memiliki komitmen besar untuk kedua pengembangan pribadi mereka sendiri dan orang lain, dan juga bersenang-senang besar bekerja dalam kelompok. Efektivitas kerjasama dalam kelompok biasanya dapat ditingkatkan dengan langkah-langkah berikut [JJ94]:
1. Aturlah tinggi, kualitas tatap muka interaksi,
2. Mengatur ketergantungan positif anggota kelompok satu sama lain sehingga mereka dapat mengalami efek positif dari penjelasan teman sebaya dan dukungan sebaya; mengatur keputusan yang akan diambil oleh kelompok (bukan oleh pelatih guru) atas dasar konsensus.
3. Mengatur tanggung jawab individu dalam konteks kelompok, setiap anggota kelompok harus bertanggung jawab untuk kinerja sendiri dan untuk kinerja kelompok secara keseluruhan.
4. Biarkan siswa mengembangkan kompetensi untuk kerjasama melalui tugas-tugas kelompok yang bermakna, umpan balik positif dan pengambilan keputusan atas dasar konsensus.
5. Mari memantau siswa mereka sendiri dan kelompok kerja; tanpa pemantauan kelompok tidak dapat yakin bahwa itu berkinerja baik.
Bagaimana Menggunakan TIK untuk Belajar Berdasarkan Permintaan
Tema yang muncul dari wawancara dengan guru tentang ICT di sekolah-sekolah tinggi
Belajar bagaimana mengajar secara efektif dengan teknologi baik memungkinkan dan memerlukan beberapa
perubahan mendasar ke sekolah. Ketika guru ditanya tentang pengalaman mereka
terkait dengan penggunaan teknologi di sekolah-sekolah tinggi muncul tema-tema umum berikut:
• Guru mengamati bahwa menciptakan pertanyaan teknologi ditingkatkan untuk siswa jauh lebih menantang dari yang mereka awalnya diantisipasi dan diperlukan dukungan berkelanjutan pada sejumlah tingkat yang berbeda.
• Guru membuat pengamatan berikut tentang belajar siswa dalam kaitannya dengan pertanyaan TIK diinfus bahwa mereka telah dilakukan
• Kedalaman pemahaman siswa meningkat
• Siswa menunjukkan kepemilikan lebih dan investasi dalam pembelajaran mereka
• Siswa menghasilkan kualitas yang lebih tinggi dan tingkat kerja yang lebih besar daripada kelompok sebelumnya beasiswa mahasiswa
• Siswa mampu melihat hubungan yang lebih besar antara pekerjaan sekolah mereka dan bekerja di dunia nyata di luar sekolah
• Siswa tampak lebih tertarik dalam belajar
Mendukung yang memungkinkan guru untuk menciptakan teknologi diresapi Permintaan berbasis lingkungan belajar bagi siswa.
Peserta melaporkan beberapa faktor yang mengizinkan mereka untuk mengembangkan dan melaksanakan lebih
Permintaan studi berbasis teknologi yang terintegrasi dalam cara-cara baru:
1. Profesional pembangunan yang berkelanjutan dan pekerjaan tertanam
2. Kesempatan untuk bekerja sama dengan peneliti untuk bersama-sama mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti dari pembelajaran siswa.
3. Sebuah budaya sekolah yang menghargai dan mendukung inovasi dan kreativitas
4. Kolega penukaran yang dapat memfasilitasi penggunaan penyelidikan dan efektif ICT
5. Waktu untuk merancang penyelidikan teknologi berbasis pengalaman belajar bagi siswa diinfuskan
6. Peluang untuk berkolaborasi dengan rekan dan mentor untuk merancang tugas-tugas multidisiplin yang kuat dan penilaian
7. Kepemimpinan administrasi yang kuat bahwa: memahami pentingnya pekerjaan ini dan mampu membantu orang tua memahami itu juga, mendorong guru untuk terus berusaha dan tidak menyerah, mengharapkan kesalahan terjadi tetapi pandangan mereka sebagai kesempatan belajar, siap untuk menciptakan peluang bagi para guruuntuk bekerja sama dengan rekan-rekan baik dari dalam dan luar sekolah, dan berusaha untuk memaksimalkan fleksibilitas guru dan siswa melalui penjadwalan kreatif dan penjadwalan.
8. Kesempatan untuk bergerak di luar kelas ke dalam dunia nyata??? mendukung inovasi dan pengambilan risiko
9. Perayaan menampilkan pekerjaan siswa
10. Akses ke teknologi yang saat ini dan mampu mendukung pekerjaan yang siswa dan guru ingin melakukan
11. Buka teknologi dan arsitektur yang memungkinkan untuk aplikasi untuk tinggal sumber daya saat ini dan web dapat diakses
12. Jenis akses dan fleksibilitas bahwa laptop nirkabel akan membuat mungkin sehingga waktu dan tempat berhenti hambatan yang
Pengalaman guru yang terlibat dalam inisiatif ini menemukan bahwa siswa menjadi lebih
terlibat ketika tugas mengharuskan mereka untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka sendiri dan bekerja
bersama-sama dengan guru, teman sebaya dan para ahli untuk menyelidiki isu-isu yang bermakna, memecahkan
masalah, bergulat dengan ide-ide penting, perdebatan, menemukan, membuat dan menguji mereka
pemahaman. Selanjutnya, ketika orang muda dapat menggunakan teknologi untuk langsung mereka
pengetahuan dan pemahaman terhadap penonton di luar kerja, ruang kelas sekolah
tampaknya jauh lebih menarik.
Ketika guru yang didukung baik tatap muka dan online melalui penggunaan
teknologi untuk desain pekerjaan penyelidikan yang kuat yang mencerminkan karakteristik berikut baik
siswa dan guru sangat senang dengan hasilnya. Pekerjaan tersebut meliputi:
• Authentic tugas, masalah, masalah dan pengalaman
• kekakuan Akademik diciptakan melalui eksplorasi tugas tidak jelas, kompleks dan multidimensi
• Tuntutan yang sama seperti yang akan diharapkan dari organisasi bekerja kinerja tinggi
• Kesempatan untuk eksplorasi aktif
• Kesempatan untuk terhubung dengan para ahli disiplin di luar kelas
• Penilaian yang ditujukan untuk meningkatkan pembelajaran, dan
• Kreatif dan sadar menggunakan teknologi sepanjang tiap tahap penyelidikan.
Bagaimana Menggunakan TIK untuk Belajar Berdasarkan Permintaan
Tema yang muncul dari wawancara dengan guru tentang ICT di sekolah-sekolah tinggi
Belajar bagaimana mengajar secara efektif dengan teknologi baik memungkinkan dan memerlukan beberapa
perubahan mendasar ke sekolah. Ketika guru ditanya tentang pengalaman mereka
terkait dengan penggunaan teknologi di sekolah-sekolah tinggi muncul tema-tema umum berikut:
• Guru mengamati bahwa menciptakan pertanyaan teknologi ditingkatkan untuk siswa jauh lebih menantang dari yang mereka awalnya diantisipasi dan diperlukan dukungan berkelanjutan pada sejumlah tingkat yang berbeda.
• Guru membuat pengamatan berikut tentang belajar siswa dalam kaitannya dengan pertanyaan TIK diinfus bahwa mereka telah dilakukan
• Kedalaman pemahaman siswa meningkat
• Siswa menunjukkan kepemilikan lebih dan investasi dalam pembelajaran mereka
• Siswa menghasilkan kualitas yang lebih tinggi dan tingkat kerja yang lebih besar daripada kelompok sebelumnya beasiswa mahasiswa
• Siswa mampu melihat hubungan yang lebih besar antara pekerjaan sekolah mereka dan bekerja di dunia nyata di luar sekolah
• Siswa tampak lebih tertarik dalam belajar
Mendukung yang memungkinkan guru untuk menciptakan teknologi diresapi Permintaan berbasis lingkungan belajar bagi siswa.
Peserta melaporkan beberapa faktor yang mengizinkan mereka untuk mengembangkan dan melaksanakan lebih
Permintaan studi berbasis teknologi yang terintegrasi dalam cara-cara baru:
1. Profesional pembangunan yang berkelanjutan dan pekerjaan tertanam
2. Kesempatan untuk bekerja sama dengan peneliti untuk bersama-sama mengumpulkan dan memeriksa bukti-bukti dari pembelajaran siswa.
3. Sebuah budaya sekolah yang menghargai dan mendukung inovasi dan kreativitas
4. Kolega penukaran yang dapat memfasilitasi penggunaan penyelidikan dan efektif ICT
5. Waktu untuk merancang penyelidikan teknologi berbasis pengalaman belajar bagi siswa diinfuskan
6. Peluang untuk berkolaborasi dengan rekan dan mentor untuk merancang tugas-tugas multidisiplin yang kuat dan penilaian
7. Kepemimpinan administrasi yang kuat bahwa: memahami pentingnya pekerjaan ini dan mampu membantu orang tua memahami itu juga, mendorong guru untuk terus berusaha dan tidak menyerah, mengharapkan kesalahan terjadi tetapi pandangan mereka sebagai kesempatan belajar, siap untuk menciptakan peluang bagi para guruuntuk bekerja sama dengan rekan-rekan baik dari dalam dan luar sekolah, dan berusaha untuk memaksimalkan fleksibilitas guru dan siswa melalui penjadwalan kreatif dan penjadwalan.
8. Kesempatan untuk bergerak di luar kelas ke dalam dunia nyata??? mendukung inovasi dan pengambilan risiko
9. Perayaan menampilkan pekerjaan siswa
10. Akses ke teknologi yang saat ini dan mampu mendukung pekerjaan yang siswa dan guru ingin melakukan
11. Buka teknologi dan arsitektur yang memungkinkan untuk aplikasi untuk tinggal sumber daya saat ini dan web dapat diakses
12. Jenis akses dan fleksibilitas bahwa laptop nirkabel akan membuat mungkin sehingga waktu dan tempat berhenti hambatan yang
Pengalaman guru yang terlibat dalam inisiatif ini menemukan bahwa siswa menjadi lebih
terlibat ketika tugas mengharuskan mereka untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran mereka sendiri dan bekerja
bersama-sama dengan guru, teman sebaya dan para ahli untuk menyelidiki isu-isu yang bermakna, memecahkan
masalah, bergulat dengan ide-ide penting, perdebatan, menemukan, membuat dan menguji mereka
pemahaman. Selanjutnya, ketika orang muda dapat menggunakan teknologi untuk langsung mereka
pengetahuan dan pemahaman terhadap penonton di luar kerja, ruang kelas sekolah
tampaknya jauh lebih menarik.
Ketika guru yang didukung baik tatap muka dan online melalui penggunaan
teknologi untuk desain pekerjaan penyelidikan yang kuat yang mencerminkan karakteristik berikut baik
siswa dan guru sangat senang dengan hasilnya. Pekerjaan tersebut meliputi:
• Authentic tugas, masalah, masalah dan pengalaman
• kekakuan Akademik diciptakan melalui eksplorasi tugas tidak jelas, kompleks dan multidimensi
• Tuntutan yang sama seperti yang akan diharapkan dari organisasi bekerja kinerja tinggi
• Kesempatan untuk eksplorasi aktif
• Kesempatan untuk terhubung dengan para ahli disiplin di luar kelas
• Penilaian yang ditujukan untuk meningkatkan pembelajaran, dan
• Kreatif dan sadar menggunakan teknologi sepanjang tiap tahap penyelidikan.
Pengaruh pembelajaran berbasis ICT dengan strategi Individual Learning
Pengaturan diri dalam belajar digambarkan sebagai derajat tingkatan siswa yang secara metakognitif, secara motivasional, dan secara perilaku berperan aktif dalam belajar siswa sendiri(Zimmerman, 1989). Siswa memiliki kemampuan mengatur diri (self-regulated) menerapkan berbagai strategi kognitif dan metakognitif untuk mencapai tujuan belajar, dan mereka mendekati tugas belajar dengan strategi (Corno & Mandinach, 1983). Siswa juga menerapkan strategi manajemen sumber daya seperti memilih atau mengatur aspek lingkungan fisik untuk mendukung belajar mereka dan untuk mengatur waktu mereka secara efektif. Sebagai tambahan, mereka lebih mungkin mencari teman sebaya atau bantuan guru jika mereka menemukan kesulitan belajar. Lebih dari itu, siswa yang memiliki kemampuan mengatur diri dilaporkan mempunyai self-efficacy yang tinggi, dan hal yang positif adalah memiliki motivasi intrinsik untuk belajar (Pintrich & Garcia, 1991). Sebagai pembanding, siswa yang kemampuan mengatur diri rendah tidak menggunakan strategi kognitif dan metakognitif, atau pun mereka menggunakan strategi itu pada saat rekan yang lain menggunakan pengaturan diri pada tingkat tinggi.
Kaitan karakteristik pengaturan diri dalam belajar dan hasil akumulatif dari penerapannya pada pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pengaturan diri dalam belajar perlu dikembangkan pada individu yang belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karena berkaitan dengan hakekat dan visi pelajaran TIK. Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi(Puskur, 2004), yaitu agar siswa dapat menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap inisiatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan yang baru.
Sedangkan hakekat kurikulum Teknologi Informasi dan Komunikasi menurut Kurikulum TIK 2004 menyiapkan siswa agar dapat terlibat pada perubahan yang pesat dalam dunia kerja maupun kegiatan lainnya yang mengalami penambahan dan
perubahan dalam variasi penggunaan teknologi. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara kreatif namun bertanggungjawab. Siswa belajar bagaimana menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi agar dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan masyarakat, komunitas, dan budaya. Penambahan kemampuan karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. Dengan hakekat seperti maka pada pembelajaran TIK perlu ditanamkan sikap dan kemampuan pengaturan diri dalam belajar.
Gambaran di atas menunjukkan bahwa pengembangan pengaturan diri dalam belajar sangat diperlukan oleh siswa yang belajar mandiri. Tuntutan pemilikan pengaturan diri dalam belajar terlihat semakin tinggi dengan pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran. Kelebihan TI khususnya internet antara lain adalah memberikan sejumlah fasilitas, sumber belajar terkini, dan keleluasaan mengakses yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Demikian pula pengaturan diri dalam belajar menjadi lebih diperlukan oleh siswa yang menghadapi tugas mandiri, tugas dalam bentuk pemecahan masalah. Pada saat siswa menghadapi tugas-tugas tadi, siswa dihadapkan pada sumber informasi yang melimpah yang mungkin sesuai atau yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan tujuan siswa yang bersangkutan. Pada kondisi yang demikian siswa tersebut harus memiliki inisiatif sendiri dan motivasi intrinsik, menganalisis kebutuhan dan merumuskan tujuan, memilih dan menerapkan strategi penyelesaian masalah, memilih sumber belajar yang sesuai, serta mengevaluasi diri terhadap performansinya
Untuk pengaturan diri dalam belajar, teori belajarnya mengadopsi perspektif kognitif sosial. Schunk & Zimmerman (1989) memperlihatkan manfaat pelatihan siswa pada penggunakan strategi self-regulatory learning, self-efficacy yang digambarkan sebagai persepsi siswa sekitar kompetensi mereka dalam sebuah domain yang diberikan. Menurut perspektif kognitif sosial (Bandura, 1986), sebelum mulai proses pelajaran yang baru, keyakinan self-efficacy siswa mempunyai
7
pengaruh pada prestasi, dan setelah pelajaran selesai keyakinan self-efficacy ini akan berubah tergantung pada apakah siswa merasa yakin mereka bisa melaksanakan tugas yang telah diajarkan. Pintrich (1990) mengatakan untuk menguji self-efficacy sebagai pada prestasi belajar dengan melihat jawaban bagi pertanyaan “Dapatkah aku melakukan tugas?”. Schiefele mengusulkan pertanyaan “Mengapa melakukan tugas?” ini hanya dapat ditujukan melihat pengaruh belajar pada task-value siswa dalam sebuah tugas dan orientasi tujuan awal siswa pada penggunaan strategi belajar
Multimedia Interaktif untuk mengembangkan Pengaturan Diri dalam Belajar
Salah satu bentuk aplikasi komputer yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah multi media. Multimedia merupakan salah satu bentuk teknologi komputer, yang melibatkan berbagai media dalam satu perangkat lunak (software) serta memiliki kemampuan interaktif tinggi sebagai sarana dalam menyampaikan berbagai informasi, serta sarana untuk memperoleh umpan balik bagi peserta didik. Lebih jauh lagi kapasitas memori yang dimiliki komputer memungkinkan siswa menayangkan kembali materi pelajaran. Berbagai jenis aplikasi komputer dalam pembelajaran biasa disebut Computer-Assited Instuction/Learning (CAI/CAL), Computer-Based Instruction (CBI), yaitu pembelajaran berbantuan komputer. Aplikasi-aplikasi ini hampir seluruhnya dikembangkan berdasarkan teori perilaku dan pembelajaran terprogram, akan tetapi sekarang lebih banyak berlandaskan pada teori kognitif (Haigh, 1993))
Kaitan antara pengaturan diri dalam belajar dan penggunaan ICT dalam pembelajaran, bahwa pada dasarnya tingkat kemanfaatan ICT sangat ditentukan oleh faktor kemandirian dalam kegiatan belajar, sehingga guru tidak lagi bertindak sebagai pemberi pengetahuan melainkan sebagai fasilitator. Dalam hal ini siswa dapat menentukan sendiri apa yang akan dipelajarinya dan kapan mereka akan mempelajarinya secara mendalam. Merekapun diberi kebebasan untuk membuat kesimpulan/intisari dari apa yang telah dipelajarinya.
Dengan pertimbangan keistimewaan multimedia interaktif yang bersesuaian karakeristik pengaturan diri dalam belajar maka peneliti memilih pengembangan model untuk meningkatkan pengaturan diri dalam belajar siswa menggunakan multimedia.
Dalam pengaturan diri dalam belajar siswa dituntut berpikir menggunakan strategi kognitif dan metakognitif(Zimmerman, 1989). Program-program interaktif yang mengandung strategi tersebut dapat dimasukkan didalamnya. Umpan balik yang merupakan keistimewaan aplikasi multimedia berperan sangat penting untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam memecahkan persoalan. Hal ini selaras apa yang yang terkandung dalam pengaturan diri dalam belajar yaitu self monitoring.
Langganan:
Postingan (Atom)